take your time :)
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Beauty of Dandelion

Bunga Dandelion.. sebuah bunga yang sangat unik. tapi, apakah ia sejenis bunga? mungkin tanaman.. tapi itu tidak begitu penting :) Dandelion tumbuh liar di antara rerumputan dandelion mempunyai anak-anak yang sangat banyak.. aku pernah mendengar sebuah cerita tentang si Dandelion yang cantik ini.. :)


Siang hari yang terik, di suatu padang rumput hijau yang luas, setangkai dandelion sedang bersenda gurau dengan anak-anaknya. anak-anaknya yang masih kecil, rapuh, dan masih menempel pada ibunya.

banyak kawanan burung terbang diatas mereka dan menyapa

"hai anak-anak.. hari yang cerah bukan?! woohoow!"

burung-burung itu terus terbang tinggi, sampai di ujung pandangan dandelion dan anak-anaknya.

melihat kawanan burung itu, satu persatu dari dandelion kecil bertanya pada ibunya

"Ibu, bisakah aku seperti mereka?"

"Apakah padang hijau ini sangat luas sekali, ibu?aku ingin ke ujungnya, melihat sungai disana.."

"Aku ingin menikmati sejuknya angin di atas sana ibu.."

pertanyaan-pertanyaan dari dandelion mungilnya, membuat ibu dandelion itu tertawa, lalu tersenyum sejenak.

Dandelion yang cantik itu teringat kembali.

................................

pagi itu, matahari yang hangat membangunkan ia dan saudara-saudaranya.
ia bermandikan embun yang sejuk.
ia tersenyum pada ibu dan saudara-saudaranya..
pagi itu merupakan awal yang sempurna untuknya, untuk ia dan saudara-saudaranya.
ibunya berkata..

"Anak-anakku, hari ini adalah awal hidup baru bagi kalian
lihatlah, langit biru luas menantimu,
burung-burung yang kekar menunggumu
bunga-bunga berwarna-warni merindukanmu..
sekarang tibalah saatnya aku melepaskan kalian.
ya, kalian sudah cukup dewasa untuk terbang melayang mengikuti angin yang berhembus
angin yang membawa harapan dan cinta, yang akan mengantar kalian kepada hidup baru kalian.
aku rasa, tubuh kalian sudah cukup kekar. dan kalian akan melihat sesuatu yang indah di ujung padang hijau ini.
kalian akan menemukan dandelion lain, yang akan terbang bersama kalian.
anak-anakku, terbanglah.. ikutilah angin ini.
rasakan hangatnya matahari..
kalian harus tumbuh dewasa.."


satu per satu, dandelion-dandelion mungil itu lepas dari ibunya, termasuk si dandelion cantik ini.

..............................

Setelah ia mengingat dahulu, ia tersenyum menatap anak-anaknya..

lalu dengan lembut ia berkata,

"anak-anakku, suatu hari nanti, kalian bisa melakukan itu semua,

pergi ke suatu tempat dan hal yang baru, yang belum pernah kalian temui.

tubuh kalian akan makin kuat untuk menopang angin yang keras, dan tetap lembut saat mengikuti angin yang hangat.

ya, suatu hari nanti.."

Dandelion itu menggoyang-goyangkan tangkainya, hingga anak-anaknya tertawa riang.

ia sadar, bahwa suatu pagi nanti anak-anaknya akan pergi meninggalkan dia.

sekarang, ia sangat menikmati waktu-waktu musim semi yang hangat, bersama anak-anaknya..


Bunga dandelion adalah bunga yang sangat aku sukai..

Jumat, 15 April 2011

Hadiah Wisuda

Tinggal beberapa minggu lagi, billy akan menyelesaikan studinya di universitas. pada suatu hari, billy, bersama ayahnya berjam-jam untuk keluar masuk berbagai showroom mobil baru yang ada di kotanya.
sudah menjadi gaya kebiasaan orang-orang kaya di kota itu untuk menghadiahkan mobil bagi anak-anak mereka setelah upacara wisuda di universitas.

ketika hari wisuda yang ditunggu-tunggu itu tiba, sang ayah memberikan kepadanya sebuah hadiah yang terbungkus rapi. billy segera berlari ke kamar untuk membukanya. tetapi betapa kecewanya hati billy. di balik bungusan yang rapi itu, hanyalah sebuah Alkitab, bukan sebuah kunci mobil baru yang diidam-idamkan sejak lama. serta merta billy melemparkan Alkitab itu dan langsung meninggalkan kamarnya sambil mengucapkan sumpah serapah bahwa ia tidak akan pernah kembali ke rumah itu.

sejak hari itu, billy dan ayahnya tidak pernah lagi saling bertemu. namun demikian, berita kematian ayahnya beberapa tahun kemudian, membawa billy kembali ke rumahnya. pada suatu malam, ketika tengah memeriksa harta milik ayahnya yang akan menjadi warisannya, billy menemukan kembali Alkitab yang dulu pernah dihadiahkan sang ayah kepadanya. ia membersihkan debunya dan untuk pertama kalinya ia membuka Alkitab itu.

tiba-tiba billy menangis terharu. di antara halaman Alkitab itu, ia menemukan selembar cek tunai, tertanggal hari wisudanya, uang sejumlah harga mobil yang pernah mereka minati bersama.

perasaan meyesal sungguh sangat menyakitkan.

Selasa, 12 April 2011

Pupuk yang salah, tanaman pun akan layu nantinya

waktu itu saat saya pulang kuliah naik angkot 18 menuju Pondok Gede.
ada seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil, perempuan.
yang tertua sekitar 4 tahun, dan yang kecil sekitar 1,5 tahun.
mereka naik angkot yang sama dengan saya dan pada saat yang bersamaan pula.
di dalam angkot hanya ada seorang ibu yang duduk di belakang supir.
saya mengambil posisi di dekat kaca belakang mobil, sementara ibu dan kedua anaknya itu duduk di hadapan saya.
anak perempuan yang paling kakak mau duduk sendiri, dan tiba-tiba dia merengek menarik-narik lengan baju ibunya.
"maa..ke rumah nenekk!!" kata anak perempuan itu.
ibunya hanya nyuekin dia.
sang anak terus menjadi-jadi sampai dia membuka jendela lebar-lebar dan hendak mengeluarkan kepalanya.
saya pun kaget dan berkata "dek, ntar kena mobil kepalanya!" kata saya sambil memegang tangan anak itu.
dia lalu menepis tangan saya, dan tetap meneruskan rengekannya.
"biarin aja mba, biar tau rasa" kata ibunya yang memangku anaknya yang kecil.
kalian tahu, anak perempuan yang merengek itu tiba-tiba mengeluarkan kata-kata yang menurut saya sangatlah tidak pantas.
"apa lu! tai lu! anjing!" katanya dengan suara mungilnya.
oh Tuhan... sangat disayangkan sekali. saya miris mendengarnya.
sang ibu yang mungkin malu, hanya cuek saja mendengarnya, dan tidak menoleh sedikitpun.
adiknya yang dipangku sang ibu memukul kepala kakaknya yang ngambek.
lalu sang kakak menjambak rambut adiknya dan seperti yang saya prediksikan, meledaklah tangisan adiknya.
apa yang terjadi? sang ibu mengeluarkan lembaran uang lima ribuan kepada anak perempuan yang kecil itu agar mereka berhenti menangis.
benar-benar didikan yang salah!
selama perjalanan menuju pondok gede, inilah kejadian menarik yang memilukan hati saya.
dengan senyumnya yang mungil, kedua anak itu memegang uang kertas.
dari cerita ini, saya menarik kesimpulan bahwa sang ibu telah salah dalam mendidik anak-anaknya. dia pikir, uang bisa menyembuhkan segalanya..
sungguh parah. bagaimana masa depan anak-anak itu nanti? pastinya mereka akan menjadi anak yang kurang ajar kepada orangtuanya.